2016 International Conference on “Physics and Mechanics of New Materials and their  Applications” (PHENMA 2016) Surabaya, Indonesia, July 19-22, 2016
http://phenma2016.math.sfedu.ru

Screenshot_2016-07-14-06-04-04-1

18 negara ikuti konferensi Phenma di Surabaya

Surabaya (ANTARA News) – Sebanyak 18 negara mengikuti konferensi internasional Physics and Mechanics of New Materials and their Applications (Phenma) 2016 di Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya.

Ketua Panitia Internasional Host, Muaffaq A. Jani, di Surabaya, Rabu, mengatakan 18 negara yang menjadi peserta telah mengirimkan makalah penelitian untuk diseminarkan mulai 19-22 Juli mendatang.

“Jurnal ilmiah baru lintas negara akan dipaparkan peneliti dalam Phenma. Penelitian itu, di antaranya mengenai manajemen energi, material, matematika, dan lain sebagainya,” katanya.

Ia mengatakan jumlah keseluruhan paper atau makalah yang masuk ke panitia mencapai 308 jurnal. Beberapa negara yang memastikan hadir antara lain Rusia, Taiwan, Thailand, Malaysia, dan lain sebagainya.

“Indonesia sendiri diwakili beberapa kampus, seperti Untag, Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, serta beberapa kampus lain,” paparnya.

Dekan Fakultas Teknik Untag ini menambahkan Untag memaparkan 27 makalah, beberapa di antaranya dikerjakan bersama-sama dengan kampus lain, salah satunya akan membahas “smart building” untuk menjawab persoalan Energi.

“Di negara lain smart building sudah berkembang, Indonesia masih baru. Konsep yang ditawarkan, manajemen energi tepat guna. Energi yang digunakan dalam sebuah bangunan digunakan seperlunya,” tuturnya.

Selain itu, karya Untag lainnya yang akan dipaparkan terkait manajemen energi seperti tangga listrik, lampu otomatis, dan lain-lain.

Sementara itu, beberapa peneliti dalam Phenma 2016 sudah tiba di Untag. Salah satunya Anna Nasedkina, Ph.D dari Southern Federal University  Rusia, yang sudah memberikan kuliah tamu di Untag.

Peneliti bidang komputer dan matematika ini memaparkan tentang cara menghitung menggunakan finit elemen. Ini berupa aplikasi yang bisa dipakai untuk analisa.

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2016