Senin, 10 Oktober 2016 – 15:42

INDOPOS.CO.ID-Komposisi dosen bergelar akademik S2 (magister) dengan S3 (doktor) masih timpang di sejumlah provinsi. Kementerian Riset, Tekonologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) berupaya menggenjot populasi dosen bergelar akademik doktor.

Tujuannya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di perguruan tinggi. Berdasarkan data di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD-Dikti) jumlah dosen bergelar akademik S1 berjumlah 45.792 orang. Kemudian yang bergelar S2 tercatat sebanyak 160.825 orang dan berijazah S3 ada 30.051 orang.

Dari statistik itu, terlihat jelas timpangnya jumlah dosen bergelar S2 dengan S3. Pemerintah mengejar populasi dosen bergelar doktor minimal separuh dari yang bergelar magister. Menristekdikti Muhammad Nasir menjelaskan salah satu upaya meningkatkan jumlah dosen bergelar doktor adalah melalui beasiswa unggulan dosen Indonesia (BUDI).

’’Sebenarnya minat para dosen untuk meningkatkan kualifikasi dari S2 ke S3 cukup tinggi,’’ katanya di Jakarta kemarin. Itu terlihat dari pendaftar beasiswa BUDI dalam negeri angkatan 2016 yang mencapai 9.257 orang. Karena keterbatasan anggaran, kuota yang tersedia hanya 2.000 orang dosen. Nasir berharap tahun depan kuota beasiswa peningkatan kualifikasi dari S2 ke S3 itu bertambah.

Dia berharap kepada seluruh peserta beasiswa BUDI untuk belajar sebaik-baiknya. Setelah lulus bisa kembali berkontribusi di kampus masing-masing. Dia berpesan supaya penerima beasiswa BUDI ini nantinya menghasilkan publikasi ilmiah internasional maupun nasional.

Kepada kampus yang ditunjuk menjadi tuan rumah program beasiswa BUDI, diminta untuk menjaga iklim akademik yang kondusif. ’’Sebab berpengaruh besar terhadap perkembangan pembelajaran,’’ jelasnya. Selain itu interaksi antara dosen dan mahasiswa yang berkualitas harus dijaga. Sebab kunci utama pendidikan pascasarjana adalah interaksi antara dosen dengan mahasiswanya.

Beasiswa BUDI ini merupakan kerjasama Kemenrisitekdikti dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Di Kemenristekdikti beasiswa ini ditangani oleh Ditjen Sumber Daya Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (SD Iptek-Dikti).

Dirjen SD Iptek-Dikti Ali Ghufron Mukti menuturkan para dosen yang masih S2 atau bahkan S1 diharapkan untuk meningkatkan kualifikasi akademiknya. Data yang dia himpun menyebutkan sekitar 70 persen dosen di Indonesia masih berkualifikasi S1 dan S2. Sementara usianya masih di bawah 45 tahun.

’’Jadi masih ada waktu untuk meningkatkan kualifikasinya,’’ kata mantan wakil menteri kesehatan itu. Dia berharap ketika biaya kuliah sudah ditanggung negara, para dosen yang lulus bisa konsentrasi belajar untuk mengejar kelulusan terbaik. (wan/jpg)

Penyebaran Dosen di Sejumlah Provinsi

(Berdasarkan kualifikasi akademik)

  1. DKI Jakarta – S1 : 4.474

S2 : 17.357

S3 : 3.735

  1. Jawa Timur – S1 : 4.015

S2 : 21.379

S3 : 4.410

  1. Jawa Tengah – S1 : 2.769

S2 : 14.124

S3 : 2.495

  1. DI Jogjakarta – S1 : 1.135

S2 : 8.187

S3 : 2.413

  1. Jawa Barat – S1 : 5.609

S2 : 19.122

S3 : 4.989

  1. Banten – S1 : 1.222

S2 : 4.676

S3 : 487

Nasional – S1 : 45.792

S2 : 160.825

S3 : 30.051

Sumber : Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD-Dikti) Kemenristekdikti