Solidaritas untuk Aceh

8 Desember 2016

PIDIE JAYA, KOMPAS — Solidaritas muncul dari berbagai penjuru Tanah Air bagi korban gempa bumi berkekuatan 6,5 M yang melanda Aceh, Rabu (7/12) pukul 05.03. Ucapan dukacita, simpati, dan bantuan mengalir untuk masyarakat Aceh.

screenshot_2016-12-08-05-53-05-1

Badan Penanggulangan Bencana Aceh mencatat, sampai pukul 20.10 bencana tersebut menyebabkan 97 orang meninggal, 411 orang luka berat, dan 125 orang luka ringan.

Daerah paling parah dari tiga kabupaten yang diguncang gempa adalah Pidie Jaya, dengan kerusakan terparah di Kecamatan Trienggadeng, Meureudu, Ulee Glee, dan Lueng Putu. Dua kabupaten lain yang diguncang gempa adalah Pidie dan Bireuen. Selain menimbulkan korban jiwa dan luka-luka, gempa juga mengakibatkan 21 toko dan rumah serta 13 masjid ambruk. Diduga, sejumlah korban pun masih berada di bawah reruntuhan bangunan.

Gempa pada waktu subuh itu menyebabkan warga panik. Ridwan (28), warga Meunasah Keude, Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, mengatakan, saat gempa, warga berhamburan keluar rumah. Warga berlarian karena khawatir terjadi tsunami. “Ada yang bertabrakan di jalan karena semua ingin lari,” kata Ridwan.

Warga Pidie Jaya yang lain, Muksalmina, juga mengatakan ketakutan saat terjadi gempa.

“Saya sudah pasrah seandainya ini hari terakhir saya hidup,” katanya. Muksalmina menyatakan masih trauma. Rabu malam dia belum berani tidur di rumah karena takut terjadi gempa susulan.

Gempa bumi di Aceh, menjadi trending topic di sosial media sejak Rabu pagi. Ucapan dukacita, doa, dan simpati mengalir. Netizen juga memberi dorongan agar masyarakat yang menjadi korban tabah dan bangkit.

Netizen @Agus_eyered, misalnya, dalam cuitannya menyatakan, “Turut berdukacita atas terjadinya gempa bumi di Aceh. Mari singkirkan perbedaan dan berdoa untuk saudara-saudara kita yang terkena bencana”.

content

Netizen lain, @bhiiejayOrenJKT, menyatakan, “Acehku jangan menangis. Lukamu, luka kami”.

Presiden Joko Widodo, dalam kunjungannya di Bali, memimpin doa bersama untuk korban. Presiden memimpin doa di sela-sela sosialisasi pengampunan pajak di Nusa Dua, Badung, Bali.

Presiden menyatakan, masyarakat Aceh tidak sendirian menghadapi bencana itu. Seluruh bangsa mendukung masyarakat Aceh menghadapi cobaan tersebut.

“Semoga tetap tabah, tetap tawakal, dan tetap kuat untuk bangkit kembali membangun hari esok,” kata Presiden ketika mendoakan masyarakat Aceh.

Seusai acara, Presiden menyatakan mengutus Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek, dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei ke lokasi bencana. Presiden juga sudah memerintahkan agar bantuan segera dikirim.

Pemimpin dunia pun mengucapkan dukacita, salah satunya Presiden Rusia Vladimir Putin. Dalam siaran pers yang dikeluarkan Kremlin, Putin menyatakan dukacita bagi keluarga korban. Seperti dikutip dari TASS, Putin berharap agar korban luka segera sembuh.

Kepedulian terhadap korban gempa di Aceh datang dari sejumlah daerah. Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, misalnya, mengatakan, pihaknya dalam tiga hari ke depan akan menggalang bantuan untuk korban gempa Aceh.

KOMPAS/ZULKARNAINI
KOMPAS/ZULKARNAINI

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DI Yogyakarta mengirimkan tim untuk membantu evakuasi korban. Anggota tim yang dikirim memiliki kemampuan mengevakuasi korban dari reruntuhan bangunan.

Manajer Pusat Pengendalian Operasi BPBD DIY Danang Samsurizal mengatakan, tim BPBD DIY akan membawa perlengkapan untuk memudahkan evakuasi korban, misalnya dongkrak hidrolik, bor, serta alat pemotong baja dan beton.

Pemerintah Kota Surabaya segera mengirim dana tunai ke rekening penampungan untuk digunakan membantu warga, korban gempa. Bantuan yang dikirim ke Aceh, menurut Wali Kota Tri Rismaharini, kemungkinan tidak berupa barang, tetapi dana.

Di Ambon, Gubernur Maluku Said Assagaff menyatakan segera mengirim bantuan untuk korban gempa bumi di Aceh.

Gempa juga menggerakkan sejumlah kelompok di Sumatera Utara, Rabu. Mereka berangkat ke Pidie, dan menggalang bantuan di Medan. Kepala Kantor SAR Medan Zainul Thahar mengatakan, 42 personel telah dikirim ke Pidie.

Di Pangkalan TNI AL Belawan, KRI Belawan siap mengangkut bantuan ke Pidie Jaya yang bisa ditempuh melalui laut selama 8 jam dari Medan. Kepala Dinas Penerangan Pangkalan Utama TNI AL Belawan Mayor (KH) S Sinaga mengatakan, kapal berkapitas 500 ton itu siap mengangkut bantuan dari masyarakat, baik logistik maupun personel.

Ambruk

Gempa berkekuatan 6,5 M berpusat di Pidie Jaya. Pantauan Kompas, Rabu, dari Simpang Tiga, Pidie, sampai ke Meureudu, ibu kota Pidie Jaya, banyak bangunan permanen ambruk. Rumah di tepi jalan nasional Medan-Banda Aceh retak-retak. Di Simpang Tiga Pidie, Trienggadeng dan Meureudue Pidie Jaya, deretan rumah toko ambruk.

Personel SAR, TNI, Polri, BPBD, dan warga bekerja sama mencari korban yang terjebak di bawah reruntuhan. Dengan menggunakan alat berat, material bangunan dipindahkan. Puluhan ambulans hilir mudik mengangkut korban meninggal dan luka-luka.

Korban meninggal dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pidie Jaya di Meureudu. Setelah didata jenazah diantar ke kampung halaman untuk dikebumikan. Sementara korban luka-luka dirawat di RSUD Pidie Jaya, RSUD Pidie, RSUD Bireueun, dan RSUD Pemprov Aceh di Banda Aceh.

Gempa juga merusak sejumlah infrastruktur kelistrikan. Sebanyak 84 trafo distribusi dan jaringan listrik tegangan menengah rusak. Menurut Deputi Manajer Hukum dan Humas PLN Wilayah Aceh Bahrul Halid, kerusakan menyebabkan aliran listrik untuk 40.000 pelanggan di wilayah bencana padam.

Pelaksana tugas Gubernur Aceh, Soedarmo, telah menetapkan status darurat bencana sejak hingga 20 Desember.

Kepala Kepolisian Daerah Aceh Inspektur Jenderal Rio Septian Djambak dan Panglima Kodam Iskandar Muda Mayor Jenderal Tatang Sulaiman mengerahkan anggotanya untuk mengevakuasi korban.
(AIN/ETA/ZAK/WSI/FRN/GER/
ARN/JOG/CHE/SEM/DIM/
HRS/COK/NDY/APO/MUL)

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 8 Desember 2016, di halaman 1 dengan judul “Solidaritas untuk Aceh”.

Baca juga :

Gempa di Zona Tak Terpetakan