TEKNOLOGI PENERBANGAN

Sistem Navigasi ADSB Siap Diproduksi

10 Desember 2016

JAKARTA, KOMPAS — Sertifikasi sistem navigasi pesawat terbang automatic dependent surveillance-broadcast atau ADSB hasil desain dan rancang bangun tim perekayasa Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi akan terbit beberapa pekan ke depan. PT INTI ditargetkan mulai berproduksi awal tahun depan.

Direktur Jenderal Penguatan Inovasi Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Jumain Appe, Jumat (9/12), di Jakarta, menyatakan, untuk pengembangan sistem ADSB, pihaknya mengucurkan anggaran Rp 2,2 miliar hingga tahun ini.

“Produksi ADSB untuk memenuhi kebutuhan 6 bandara di Papua,” kata Direktur Bisnis PT INTI Adi Aris. Pihaknya mengalokasikan dana Rp 5 miliar.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, saat berkunjung bersama Menristek dan Dikti M Nasir, di Jakarta Air Traffic Service Center (JATSC) Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, Rabu (7/12), menyatakan, sertifikasi sistem navigasi pesawat ADSB hasil desain dan rancang bangun tim Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) akan terbit beberapa pekan ke depan. Acara itu dihadiri Kepala BPPT Unggul Priyanto.

Dalam uji coba dua tahun ini, prototipe itu terbukti memenuhi standar internasional yang dikeluarkan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (International Civil Aviation Organization/ ICAO). Pada uji coba di JATSC dan diperbandingkan dengan ADSB buatan Perancis, prototipe BPPT memiliki akurasi dan keandalan setara produk asing itu.

Menurut Nasir, prototipe ADSB buatan BPPT bekerja sama dengan INTI siap produksi, yakni Technology Readiness Level 9.

Mengurangi impor

Budi Karya memaparkan, pembuatan ADSB penting untuk memenuhi kebutuhan ADSB di tiap bandara. Saat ini, di Indonesia, ada 295 bandara, tetapi hanya 31 bandara yang memiliki sistem pemantau itu.

Produksi ADSB di dalam negeri bertujuan menghemat devisa dan mengurangi ketergantungan impor ADSB dari Perancis dan Spanyol. Dengan alat buatan dalam negeri, pemeliharaan dan perbaikan cepat dilakukan. “Teknologi navigasi ADSB sesuai kebutuhan Indonesia dikembangkan sejak 2007,” ucap Unggul.

Pembuatan prototipe itu dilakukan BPPT bekerja sama dengan industri nasional, PT INTI, melibatkan Kemristek dan Dikti dan AirNav Indonesia sejak 2012. Aktivitas itu juga melibatkan industri elektronika swasta nasional lainnya.

Penerapan ADSB itu diprioritas di jalur penerbangan perintis, di antaranya Papua dan wilayah tengah Kalimantan. Pengoperasian ADSB itu mempercepat pencarian pesawat jatuh berdasarkan sinyal GPS. (YUN)

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 10 Desember 2016, di halaman 14 dengan judul “Sistem Navigasi ADSB Siap Diproduksi”.

Baca juga :

Sistem Pemantau Penerbangan Nir Radar Berbasis Ads-B Buatan Dalam Negeri