Berita Sept 2016 di bawah ini Semoga Benar-benar Terealisasikan … aamiin YRA.

Pemerintah Akan Beri Beasiswa Kuliah Bagi 100 Orang Pengungsi Suriah

Pemerintah Akan Beri Beasiswa Kuliah Bagi 100 Orang Pengungsi SuriahMenristek Dikti M Nasir (Foto: Bagus Prihantoro/detikcom)

Kamis 08 Sep 2016, 20:44 WIB

Jakarta – Pemerintah akan memberikan beasiswa bagi 100 orang siswa pengungsi asal Suriah untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Pemberian beasiswa ini merupakan upaya Indonesia terlibat aktif membantu memastikan hak pendidikan pengungsi korban konflik Suriah terpenuhi.

Pembahasan persiapan pemberian beasiswa bagi pengungsi Suriah dilakukan Menristek Dikti Mohamad Nasir bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam pertemuan di Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (8/9/2016).”Berdasarkan kebijakan dari Pak Wapres tadi, nanti Indonesia akan membantu sekitar 100 orang,” ujar M Nasir saat dikonfirmasi wartawan melalui sambungan telepon, Kamis (8/9/2016).

Beasiswa akan diberikan melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Persiapan pemberian beasiswa juga melibatkan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) serta Kementerian Hukum dan HAM.

Kemlu akan melakukan kajian atas perpindahan para pengungsi penerima beasiswa. Sementara Kemenkum HAM bertugas memastikan prosedur ketentuan bagi pengungsi Suriah untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Indonesia terpenuhi.

“Arahan Bapak Wapres (beasiswa) nanti akan dimintakan ke LPDP, untuk mahasiswa sebanyak 100 orang dengan memberikan biaya hidup. Untuk SPP-nya urusan perguruan tinggi yang ada di bawah Kemenristek Dikti,” ujarnya.

Nantinya 100 orang pengungsi Suriah akan melanjutkan pendidikan program sarjana (S1) di sejumlah perguruan tinggi Indonesia di bawah naungan Kemenristek Dikti. Para penerima beasiswa dibebaskan memilih program studi yang diminati.

Nasir berharap para penerima beasiswa dapat mengikuti kuliah secepatnya. Namun saat ini Kemenristek Dikti masih menunggu data dari para calon penerima beasiswa. Penerima beasiswa nantinya berasal dari pengungsi Suriah yang kini menjadi migran di negara-negara Eropa.

Data para calon penerima beasiswa akan dipasok dari Kemlu berdasarkan koordinasi dengan UNHCR (United Nations High Commissioner for Refugees).

“(Penerima beasiswa) ini disebar seluruh perguruan tinggi yang ada di Indonesia. Kalau nanti bidang agama, ya itu di Kementerian Agama. Kalau nanti bidang umum di Kemenristek Dikti,” sebutnya.

Anggaran kuliah penerima beasiswa akan diambil dari alokasi anggaran perguruan tinggi yang dinaungi Kemenristek Dikti. Sementara biaya hidup para mahasiswa ditaksir sebesar Rp 36 juta per tahun per orang.

“Kalau 100 orang, (total) Rp 360 juta tidak terlalu besar (per orang), jadi setahun Rp 3,6 miliar. Ini bersifat bantuan dengan sifat kemanusiaan,” tegas Nasir.

(fdn/dhn)

Sumber : detiknews tgl 8 Sept 2016