Dewan Perwakilan Rakyat

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA

Legislator Pertanyakan Alasan Impor Profesor


18 Januari 2017

Wakil Ketua Komisi X DPR Sutan Adil mempertanyakan rencana Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi yang berencana mengimpor atau mendatangkan profesor ke Tanah Air. Ia khawatir, para profesor yang bukan berasal dari Indonesia, tak memahami Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Kita juga khawatir, kalau profesor yang datang dari luar negeri, sejauh mana nanti pemahamannya terhadap NKRI. Kita kuatir, mereka minim pemahaman terhadap NKRI,” tegas Sutan, saat rapat kerja dengan Menristekdikti Mohamad Nasir, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (18/01/2017).

Untuk itu, pihaknya meminta kepada Menristekdikti, agarmelakukan pertimbangan dan memberikan alasan yang konkrit, terutama kepada Komisi X, terkait rencana itu. Padahal seharusnya Pemerintah lebih mengutamakan orang-orang yang dari bangsa sendiri.

“Keluhan yang kita dapat dari teman-teman yang sudah menjadi profesor dan sudah berjuang habis-habisan untuk memperoleh profesor dan melampaui persyaratan-persyaratan, begitu sudah mendapat gelar profesor, malah tidak bisa didayagunakan,” analisa Sutan.

Politisi F-Gerindra itu berharap, Kemenristekdikti lebih mengutamakan profesor atau guru besar dalam negeri, untuk didayagunakan di berbagai sektor pendidikan.

“Kemenristekdikti menjadi sesuatu kewajiban, untuk memperdayagunakan dan mengakomodir profesor-profesor dalam negeri, karena mereka juga punya angka kredit,” imbuh Sutan. Di satu sisi, ia meminta Kemenristekdikti juga terbuka, kenapa tidak mendayagunakan profesor dalam negeri secara maksimal. “Kenapa Menristekdikti harus impor. Padahal kita bunya banyak profesor,” tanya politisi asal dapil Jambi itu.

Sebagaimana diketahui, Menristekdikti Mohamad Nasir mewacanakan masuknya 500 profesor dari luar negeri sebagai pemicu suasana akademik di segala aspek pada perguruan tinggi dalam negeri.  Sejumlah PTN menyambut positif dan negatif rencana tersebut. (sf)/foto:kresno/iw.
Sumber : http://www.dpr.go.id/berita/detail/id/15248

Baca juga :

Profesor dari Luar Negeri? Buang-buang Uang!

18 Januari 2017 16:30 WIB

Rapat kerja (Raker) Komisi X DPR dengan Menteri Riset Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir menjadi ajang protes para wakil rakyat.

Salah satu program Kemenristekdikti yang disorot adalah World Class Professors.

“Ini program World Class Professosr dianggarkan Rp 50 miliar. Untuk apa program ini dibuat? Kalau hanya mendatangkan profesor dari luar negeri, buang-buang uang, mendingan disekolahkah profesor kita agar berkelas dunia,” kata Surahman Hidayat, politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Rabu (18/1).

Surahman menambahkan, pemerintah jangan lagi mengimpor tenaga profesor dari luar.

Anggaran yang disiapkan pemerintah, untuk meningkatkan kualitas tenaga pendidik? dan mahasiswa.

“Saya tidak setuju bila anggaran Kemenristekdikti digunakan untuk impor profesor,” tegasnya.

Senada itu Pimpinan Komisi X DPR RI Ferdi Ferdiansyah juga mempersoalkan impor profesor dari luar negeri.

Baginya, dengan mengimpor profesor, sama halnya melecehkan kemampuan SDM Indonesia.”Mestinya Kemenristekdikti membuat program peningkatan kualitas dosen, guru besar, dan profesor kita agar kemampuannya setara profesor di luar negeri,” tandasnya. (esy/jpnn)