Maksimalkan Dokter di Rumah Sakit Daerah

153546operasidpn_3

20 Januari 2017
JAKARTA, KOMPAS — Dokter di rumah sakit daerah di Sorong, Papua Barat, bisa dimaksimalkan untuk mengajar mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Papua. Itu solusi jangka pendek yang ditawarkan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia menyusul terhentinya perkuliahan di FK Unipa karena tidak ada dana pengampuan dari Unipa ke UI.

Koordinator Pengampuan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Rita Mustika, Kamis (19/1), di Jakarta, mengatakan, solusi jangka pendek itu diambil sambil mencari jalan keluar jangka panjang. Solusi jangka panjang dari FKUI antara lain mencari dana untuk melanjutkan pengampuan, mempercepat perekrutan dosen, melakukan efisiensi biaya pengampuan, dan mencari institusi pengampu yang lebih dekat.

Wakil Dekan FKUI Bidang Sumber Daya, Ventura, dan Administrasi Umum Ponco Birowo menyayangkan jika mahasiswa FK Unipa berhenti kuliah. “Mereka harus jadi dokter. Terpikir apa mahasiswa dibawa ke sini jadi mahasiswa afirmasi atau mencari dana tanggung jawab sosial perusahaan,” ujarnya.

Sebelumnya, Rektor Unipa Jacob Manusawai menyampaikan, Pemerintah Provinsi Papua Barat perlu dilibatkan dalam pendanaan agar ada jaminan bagi dana pengampuan di FK Unipa.

Pihaknya berharap semua pihak, yakni Pemerintah Kabupaten Sorong, Pemerintah Provinsi Papua Barat, DPRD Sorong dan Papua Barat, serta Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, turut mencari solusi.

Pengampuan FK Unipa oleh FKUI berjalan sejak 2014. Tahun pertama, dana pengampuan Rp 18 miliar. Ada sisa Rp 3,2 miliar dari dana itu. Pada tahun kedua, dana pengampuan Rp 19 miliar. Ada sisa Rp 4,3 miliar hasil efisiensi. Seiring kian banyaknya mahasiswa, dana pengampuan makin besar. Pada tahun ketiga, 2016, kebutuhan dana pengampuan mencapai Rp 21 miliar.

Menurut Rita, dana pengampuan tak hanya dipakai untuk mengirim dosen dari UI ke Unipa. Dana itu juga untuk menyiapkan FK Unipa agar menghasilkan lulusan bermutu, antara lain untuk menyusun kurikulum, menyeleksi mahasiswa, membiayai bahan habis pakai modul, dan mengirim dosen tetap FK Unipa menempuh studi S-2. (ADH)

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 20 Januari 2017, di halaman 13 dengan judul “Maksimalkan Dokter di Rumah Sakit Daerah”.

Baca juga :

Perkulian Stop 3 Bulan, FK UNIPA Urgent Butuh Dana Pengampuan buat Datangkan Dosen