Menristekdikti Ajak Mendikbud Diskusi soal Surat Edaran UN SMA

screenshot_2016-10-04-15-43-56-1

Kamis, 19 Januari 2017 | 20:37 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Muhammad Nasir akan berdiskusi dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy terkait Surat  Edaran Kepala Balitbang Kemdikbud Nomor 0204/H/EP/2017 tanggal 11 Januari 2017 tentang Pendaftaran Peserta Ujian Nasional 2017

Dalam surat edaran tersebut, Kemendikbud mengizinkan siswa SMA memilih sendiri satu mata pelajaran yang diujikan di UN.

Satu mata pelajaran itu di luar tiga mata pelajaran wajib yang diujikan, yakni Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris.

“Iya. Nanti kami akan diskusikan apakah itu sudah putusan. Kalau putusan nanti kaitannya dengan kami dalam menerima mahasiswa baru apakah perlu mempertimbangkan UN lagi kan,” ujar Nasir, di Hotel Bidakara, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (19/1/2017).

Menurut Nasir, kebijakan tersebut bisa berdampak pada proses penerimaan mahasiswa.

Sebab, bisa saja antara mata pelajaran yang dipilih siswa untuk UN yang diikutinya tidak berkaitan dengan kakultas yang dipilih.

“Misalnya, saya memilih salah satu yang paling saya kuasai adalah Biologi dengan harapan nanti saya lulus bisa masuk Fakultas Kedokteran, padahal saya enggak masuk kedokteran, tapi saya pengennya masuk Fakultas Teknik. Nanti dinilai pendidikan fisikanya enggak ada, kimianya enggak ada. Ini enggak nyambung nanti akan terjadi cross (ketidaksinambungan),” papar Nasir.

Ini salinan Surat Kepala Balitbang Kemdikbud Nomor 0204/H/EP/2017 tersebut:

20170121_195225

Menurut keterangan dari situs resmi Kemdikbud, Rabu (18/1/2017), ada mata pelajaran yang bisa dipilih oleh siswa.

Tetapi, siswa masih tetap mengerjakan mata pelajaran wajib yakni Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris.

Adapun mata pelajaran tambahan lainnya bisa dipilih sendiri oleh siswa.

Untuk siswa jurusan IPS, mereka bisa memilih antara lain Geografi, Sosiologi, atau Ekonomi.

Kemudian, untuk siswa IPA, mereka bisa memilih antara lain Fisika, Kimia, atau Biologi. Selanjutnya adalah jurusan bahasa, mereka bisa memilih antara Antropologi, Sastra Indonesia, dan bahasa asing (Mandarin, Jepang, Arab, Jerman, atau Perancis).

Mendikbud, Muhadjir Effendy, menjelaskan aturan memilih sendiri mata pelajaran yang diujikan itu dilakukan agar siswa lebih fokus pada pendalaman materi di mata pelajaran perminatan.
Penulis: Fachri Fachrudin
Editor: Inggried Dwi Wedhaswary

Baca juga :

Alasan Mendikbud Bebaskan Siswa Pilih 1 Mata Pelajaran untuk UN