154 Satker Kemenristek Dikti Masih Lakukan Penyimpangan

images

Selasa, 31 Januari 2017 | 23:16 WIB

INSPEKTUR Jenderal (Irjen) Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti), Jamal Wiwoho, 154 satuan kerja (Satker) di lingkungannya yang hanya ditangani 24 orang audiotor. Sehingga pihaknya harus bekerjasama dengan BPKP untuk pemeriksaan menyeluruh.

“Jumlah perguruan tinggi negeri saja sebanyak 24 berstatus badan layanan umum atay BLU dan 11 berstarus perguruan tinggi negeri berbadan hukum atau PTNBH. Untuk mengaudit semua itu tidak mungkin ditangani 24 auditor di kementerian. Itu belum termasuk pengawasan terhadap 120.000 pegawai,” katanya kepada wartawan, di kampus Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Selasa (31/1/2017).

Jamal Wiwoho mengakui, dampak dari kondisi itu di 154 Satker masih banyak penyimpangan. Di antara penyimpangan terbanyak, terutama biaya perjalanan dinas ke luar negeri yang belum dipertanggungjawabkan. Penggunaan biaya tiket dan hotel dalam negeri juga menjadi salah satu permasalahan.

Di beberapa perguruan tinggi, muncul masalah misimplementasi dalam pengadaan barang dan jasa. Masalah itu terjadi karena prosedur yang rumit.

“Kasus Unair yang baru ketahuan pada 2016 sebenarnya kejadiannya sudah lama. Awalnya mungkin tidak ada niat menggarong uang negara. Tetapi ada masalah yang tidak terdeteksi, seperti gratifikasi,” jelasnya.

Editor: Andri Ridwan Fauzi, GalamediaNews