Setelah Kampus Ilegalnya Ditutup, Kini Giliran Mahasiswanya tidak Diakui Dikti

Setelah Kampus Ilegalnya Ditutup, Kini Giliran Mahasiswanya tidak Diakui Dikti
kopertis_20160415_092019.jpg

Laporan Muhammad Nasir | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Setelah terbukti tidak memiliki izin dan beroperasi ilegal, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Citra Bangsa di Pidie ditutup oleh Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah XIII Aceh, beberapa waktu lalu.

Akibatnya, sebanyak 200-an mahasiswanya tidak memiliki kejelasan nasib dan kelanjutannya.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Bidang Akademik, Mahasiswa, Dan Kelembagaan Kopertis Wilayah XIII Aceh, Drs M Najib dalam Talkhsow Cakrawala Radio Serambi FM, Senin (26/2/2018).

Talkshow itu membedah Salam Harian Serambi Indonesia dengan tema “PTS Ilegal dan Ijazah Palsu Harus Dirindah”.

Baca: Kopertis Tutup PTS Ilegal di Pijay

Talkshow itu juga menghadirkan Redaktur Pelaksana Serambi Indonesia, Yarmen Dinamika sebagai narasumber internal dan dipandu oleh Host, Veya Artega.

M Najib menyampaikan, bahwa ekses ditutupnya perguruan tinggi itu, terdapat 200-an mahasiswa yang sedang menuntut ilmu saat tidak mendapat kejelasan. Sedangkan STIKES sudah tidak diperolehkan beraktivitas.

Menanggapi masalah itu, Ia mengaku, pihak Kopertis Aceh sudah berusaha dan mengupayakan agar mahasiswa dapat dibantu, supaya dapat melanjutkan ke perguruan tinggi lainnya.

Baca: Kopertis Desak STiKes Citra Bangsa Ditutup

Sebab,  rata-rata mahasiswa sudah menjalani pendidikan dua hingga tiga tahun,

“Karena perguruan tinggi itu tidak terdaftar di Dikti, sehingga mahasiswa tersebut tidak bisa diperjuangkan pindah ke perguruan tinggi lainnya, karena mereka memang tidak dianggap sebagai mahasiswa yang sah. Bahkan semua proses belajar mengajarnya juga tidak diakui,” ujarnya.

Namun, kata M Najib menyebutkan, perguruan tinggi itu hingga saat ini diketahui belum memiliki alumni.

Sehingga dapat dipastikan tidak ada yang memegang ijazah Stikes tersebut, karena secara aturan ijazahnya juga tidak diakui.

Selain itu, Najib mengatakan bahwa dosen yang mengajar di perguruan tinggi itu juga tidak memenuhi syarat.

Karena untuk mengajar seorang dosen harus ada Nomor Induk Dosen Khusus (NIDK), nomor induk pendidik (NUP), dan nomor induk dosen nasional (NIDN), namun sejumlah dosen di STIKES Citra Bangsa tidak memilikinya. (*)

About The Author

Leave a reply

Strategi Peningkatan Layanan Terintegrasi LLDIKTI Wilayah XII