Guru Besar Termuda ITB Dilantik Jadi Dirjen Belmawa

Oleh:Dhita Seftiawan
29 November, 2018

Dok Humas Kemenristekdikti

JAKARTA, (PR).- Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir melantik dan mengambil sumpah Ismunandar sebagai Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti di Auditorium Gedung D Kemenristekdikti, Jakarta, Kamis 29 November 2018. Ismunandar menggantikan Intan Ahmad yang memasuki masa pensiun setelah mengabdi selama 3 tahun.

Ismunandar merupakan dosen berprestasi dan menyabet penghargaan Guru Besar Termuda di Institut Teknologi Bandung pada usia 38 tahun pada 2008. Sebelum dilantik sebagai Dirjen Belmawa, Ismunandar merupakan Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Washington DC, Amerika Serikat.

Sebagai mahasiswa, Ismunandar juga meraih penghargaan mahasiswa berprestasi ITB (1992) dari Departemen Kimia ITB. Ismunandar kemudian melanjutkan studi doktoral di University of Sydney, Australia dan lulus pada 1998. Nasir mengatakan, Ismunandar dipilih melalui proses seleksi terbuka sesuai UU ASN Nomor 5 Tahun 2014.

Saya mengingatkan kepada pejabat yang baru dilantik untuk segera berkoordinasi dengan pejabat lainnya sebagai mitra kerja agar tidak hanya menjalankan tugas di bidang pembelajaran dan kemahasiswaan saja tetapi bisa berkontribusi juga dengan tempat lain untuk melanjutkan terobosan-terobosan di bidang penjaminan mutu pendidikan tinggi di Indonesia agar semakin baik dan berkualitas,” ujar Nasir.

Nasir juga mengucapkan terima kasih atas kerja keras Intan Ahmad dalam upaya meningkatkan akses, kualitas pembelajaran maupun penjaminan mutu pendidikan tinggi. Selama menjalankan tugas sebagai Dirjen Belmawa (2015-2018), Intan berhasil merancang berbagai program terobosan seperti Sistem Pembelajaran Daring (SPADA), Pendidikan Profesi Guru (PPG), Penyetaraan Ijazah Online, Sistem Verifikasi Ijazah Secara Online (SIVIL).

“Saya berharap pak Ismunandar bisa melakukan aktivitas yang lebih enerjik karena merupakan darah segar di kementerian serta membuat gairah di Kemenristekdikti untuk lebih baik lagi. Dapat membuat program-program terobosan lainnya dalam upaya Kemenristekdikti untuk menghadapi era Revolusi Industri 4.0,” katanya.

Pelantikan tersebut turut dihadiri Sekretaris Jenderal Ainun Na’im, Direktur Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti Patdono Suwignjo, Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Muhammad Dimyati, Staf Ahli Bidang Akademik Paulina Pannen, dan Pejabat Eselon II di Lingkungan Kemenristekdikti.***