Ket. foto: Penyerahan SK Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan RI Tentang Izin Pembukaan Program Studi Administrasi Pendidikan Program Sarjana

Ambon, Universitas Pattimura menambah satu program studi baru, yaitu Program Sarjana Program Studi Administrasi Pendidikan. Hal ini ditandai dengan dikeluarkannya Surat Keputusan (SK) Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan RI Nomor 6/M/2020 tentang Izin Pembukaan Program Studi Administrasi Pendidikan Program Sarjana.

Bertempat di Universitas Pattimura pada hari Kamis, 23 Januari 2020 Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah XII Ambon, Dr. Muhammad Bugis SE, M.Si secara resmi menyerahkan salinan SK Mendikbud RI Nomor 6/M/2020 tentang Izin Pembukaan Program Studi Administrasi Pendidikan Program Sarjana kepada Rektor Universitas Pattimura Prof. Dr. M. J. Saptenno, SH., M.Hum.

Dalam sambutannya, Dr. Muhammad Bugis SE, M.Si menyampaikan bahwa proses penerbitan Izin Prodi Administrasi Pendidikan di Universitas Pattimura termasuk yang tercepat. Hal ini merupakan buah dari kerja keras tim penyusun dokumen program studi tersebut dan sinergi yang baik dengan LLDIKTI Wilayah XII. Sehingga kendala-kendala baik pada tahap komunikasi maupun administrasi dapat terselesaikan dengan cepat.

Selain itu, Muhammad Bugis berharap program studi ini dapat mencetak lulusan-lulusan yang dapat terserap oleh lapangan kerja. Menurutnya saat ini daya serap lulusan perguruan tinggi masih terbilang rendah. Hal ini berkaitan dengan kebijakan Mendikbud bahwa apabila program studi pada Tahun 2021 mendatang memiliki lulusan yang diserap lapangan kerja kurang dari 80%, maka ijin program studi tersebut akan dicabut oleh Menteri. Menyikapi hal itu beliau menghimbau perguruan tinggi di lingkungan LLDIKTI Wilayah XII untuk melakukan pelaksanaan tracer study. Tujuan pelakasanaan tracer study adalah untuk mengidentifikasi pencapaian keberhasilan lulusan melalui penggalian informasi pada alumni sehingga informasi tersebut dapat menjadi bahan evaluasi terhadap permasalahan tersebut. Hal menarik dari kebijakan menteri yang lainnya adalah perguruan tinggi diberikan hak otonom untuk membuka program studi baru apabila akreditasi institusi dalam suatu perguruan tinggi tersebut berpredikat Akreditasi A.

Disisi lain Prof. Dr. M. J. Saptenno, SH., M.Hum. dalam sambutannya menyampaikan bahwa kondisi wilayah Provinsi Maluku harus diperhatikan, karena merupakan wilayah kepulauan. Beliau berharap lulusan-lulusan Universitas Pattimura yang berasal dari luar pulau Ambon dapat memberikan kontribusi nyata di wilayah asalnya.

Kemudian tidak lupa beliau berterima kasih kepada LLDIKTI Wilayah XII yang telah membantu dari tahap awal sampai dengan penerbitan dan penyerahan SK tersebut. Setelah SK tersebut diterima, selanjutnya adalah penyelenggaraan prodi tersebut oleh Kaprodi administrasi Pendidikan dan Dekan FKIP di Universitas Pattimura.

Dengan bertambahnya program studi Administrasi Pendidikan di Universitas Pattimura dapat memberikan kontribusi positif bagi kemajuan dan peningkatan mutu pendidikan tinggi di Wilayah Maluku. Menurut beliau hal ini merupakan arahan Presiden RI, Ir. Joko Widodo bahwa pendidikan tinggi di Indonesia harus terus berkembang dan beradaptasi pada setiap perubahan Zaman.

Turut hadir dalam acara tersebut antara lain: Sekretaris LLDIKTI, Dr. J. E. Lekatompessy, SE, M.Si, AK, CA; Kepala Bagian Kelembagaan dan Sistem Informasi, Lemmy E. Lusikooy, SH; Kepala Sub Bagian Kelembagaan, Abd. Kadir Salam, S.Kom, M.Kom; Kepala Biro AKPHM, Ir. D. Nanuru, M.Si; Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan, Dr Jantje Tjiptabudi, SH, M.Hum; Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni; Dr. Jusuf Madubun, M.Si; Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama dan Sistem Informasi, Dr. Muspida, M.Si; dan Prof. Dr. T. Laurens, M.Pd selaku Dekan FKIP. (wan)