Ambon, LLDIKTI12 – Kasus Pandemi Covid-19 (Virus Corona) di Indonesia kian hari  terus  meningkat.  Pandemi   Covid- 19 di Indonesia memiliki dampak multi sektor, dari kesehatan, pendidikan, sosial, ekonomi,    hingga    aktivitas     beribadah di masyarakat. Dampak pada  sektor- sektor tersebut kian hari mulai dirasakan masyarakat.

Seringkali virus ini menyebar antara manusia ke manusia melalui tetesan cairan dari mulut dan hidung saat orang yang terinfeksi sedang batuk atau bersin, mirip dengan cara penularan penyakit flu. Tetes cairan dari mulut dan hidung pasien tersebut bisa jatuh dan tertinggal pada mulut dan hidung orang lain yang berada di dekatnya, bahkan dihisap dan terserap ke dalam paru-paru orang tersebut melalui hidungnya.

Virus corona      dapat        menginfeksi siapa saja, tetapi efeknya akan lebih berbahaya atau  bahkan  fatal  bila terjadi pada orang lanjut usia,  ibu  hamil, orang yang memiliki penyakit tertentu, perokok, atau orang  yang daya tahan tubuhnya lemah, misalnya pada penderita kanker. Karena mudah menular, virus Corona juga berisiko tinggi menginfeksi para tenaga medis yang merawat pasien Covid-19. Oleh karena itu, para tenaga medis dan orang- orang yang memiliki kontak dengan pasien Covid-19 perlu menggunakan Alat Pelindung Diri (APD).

Sampai saat ini, belum ada vaksin untuk mencegah infeksi virus Corona atau Covid-19. Oleh sebab itu, cara pencegahan yang terbaik adalah dengan menghindari faktor-faktor yang bisa menyebabkan Anda terinfeksi virus ini, yaitu:

  1. Terapkan physical distancing, yaitu menjaga jarak minimal  satu meter dari orang lain, dan jangan dulu ke luar rumah kecuali ada keperluan mendesak.
  2. Gunakan masker  saat  beraktivitas  di tempat umum atau keramaian, termasuk saat pergi berbelanja bahan makanan.
  3. Rutin mencuci tangan dengan air  dan sabun atau hand sanitizer yang mengandung alkohol minimal 60%, terutama setelah beraktivitas di luar rumah atau di tempat umum.
  4. Jangan menyentuh mata, mulut, dan hidung sebelum mencuci tangan.
  5. Tingkatkan daya tahan tubuh dengan pola hidup sehat.
  6. Hindari kontak dengan penderita covid-19, orang yang dicurigai positif terinfeksi virus Corona, atau orang yang sedang sakit demam, batuk, atau pilek.
  7. Tutup mulut dan hidung dengan tisu saat batuk atau bersin, kemudian buang tisu ke tempat sampah.
  8. Jaga kebersihan benda yang sering disentuh dan kebersihan lingkungan, termasuk kebersihan rumah.

Salah satu cara yang sering dilakukan juga untuk mencegah menyebarnya Covid-19 adalah dengan cara penyemrporan cairan disinfektan. Penyemprotan disinfektan dilakukan guna menangkal Covid-19 telah giat dilakukan pemerintah dan juga secara mandiri oleh masyarakat. Disinfektan adalah bahan kimia seperti lisol, kreolin, yang digunakan untuk mencegah  terjadinya    pencemaran jasad  resik.  Disinfektan  merupakan cara menghilangkan atau membunuh segala hal terkait mikroorganisme baik virus maupun bakteri, pada objek permukaan benda mati.

Penggunaan disinfektan tergantung tingkat keperluannya, yaitu sebagai upaya pengendalian sanitasi. Cairan alami ini hanya efektif 30 hingga 60 menit dengan rentang waktu residu yang melekat tidak sampai sehari. Penggunaannya ampuh bila memiliki waktu, tujuan, sasaran dan konsentrasi yang tepat, untuk membasmi organisme.

Dengan membuat disinfektan, secara tidak langsung kita melakukan pencegahan. Tidak sulit bila kita melakukan social distancing (jaga jarak), untuk memutus mata rantai penyebaran virus. Selain itu, memelihara kebersihan lingkungan dan rumah, menjaga tubuh tetap sehat, serta mencuci tangan pakai sabun dengan air bersih mengalir harus terus kita jalankan.

Sebagai Mahasiswa dari Perguruan Tinggi Kesehatan, Mahasiswa STIKES Pasapua Ambon yang secara sadar dan peduli akan kesejahteraan masyarakat dalam bidang Kesehatan  melakukan upaya pencegahan penyebaran Covid-19 dengan cara melakukan penyemprotan disinfektan pada fasilitas umum yang berada di Wilayah Desa Suli Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah.

Kegiatan penyemprotan disinfektan yang dilakukan oleh Mahasiswa STIKES Pasapua Ambon yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Komisariat STIKES Pasapua Ambon dilaksanakan dari tanggal 23-27 April 2020 pada beberapa fasilitas umum seperti Sekolah, Tempat Ibadah, Rumah Warga, Kost-kostan dan termasuk Gedung Kampus serta Asrama STIKES Pasapua Ambon.

Selain dalam rangka melaksanakan Pengabdian Masyarakat, para Mahasiswa tersebut juga menyadari bahwa merekan juga harus membantu Pemerintah dalam menanggulangi permasalahan Covid-19. Disadari juga bawah dalam penanganan Covid-19 di daerah Kabupaten Maluku Tengah, belum secara merata ada pelayanan Kesehatan yang dilakukan dalam hal pencegahan Covid-19.

Stevy Pasalbessy sebagai Ketua Komisariat GMKI STIKES Pasapua Ambon     menyampaikan bahwa: Pelaksanaan kegiatan penyemprotan disinfektan dilakukan oleh Mahasiswa STIKES Pasapua Ambon menjadi suatu pelayanan masyarakat yang nantinya akan selalu dilakukan dengan mengikuti perkembangan penanganan Covid-19 khususnya di wilayah Kabupaten Maluku Tengah. Kami akan selalu memantau perkembangan ini dan akan berupaya semaksimal mungkin untuk membantu Pemerintah  dalam penanganan Covid-19 di Maluku”. “Dengan adanya kesadaran  dari semua pihak untuk mencegah kasus Covid-19 maka penyebaran virus ini dapat diatasi secepatnya agar kegiatan sosial kemasyarakatan bisa kembali berjalan dengan normal dan dari pengalaman Covid-19 ini Pemerintah sudah harus menyiapkan fasilitas Kesehatan yang memadai untuk mencegah kasus serupa di masa yang akan datang”, tutur Pasalbessy. (bul)