Apakah Anda cenderung merasa lelah karena sering melakukan presentasi atau rapat online ?

Jika ya, maka keletihan tersebut dikenal dengan istilah Zoom Fatigue yang mengacu pada kelelahan karena sering melakukan presentasi atau rapat rutin melalui video conference popular, yaitu : Zoom.

Aktivitas presentasi atau rapat online yang menggunakan video conference seperti Zoom merupakan sesuatu yang normal saat ini, karena situasi pandemi Covid-19 yang masih berlangsung hingga saat ini.

GetVoip-Cloud Communicator Advisor menyebutkan bahwa penggunaan video conference meroket karena pandemi COVID-19 dan lockdown yang diakibatkannya. Pekerjaan yang dilakukan secara jarak jauh akan meningkat sampai 77 % dari tahun 2019-2022.

Liz Fosslien dan Mollie West Duffy (2020) pada artikelnya di Harvard Business Review menyebutkan beberapa alasan mengapa melakukan video conference sangat menguras tenaga yang menimbulkan kelelahan.

Pertama, video conference memaksa kita untuk lebih fokus pada percakapan untuk menyerap informasi. Hal ini berbeda ketika Anda duduk di ruang konferensi yang berlangsung secara luring, maka Anda dapat mengandalkan pertukaran informasi dengan orang di dekat Anda untuk informasi yang Anda terlewat. Namun, selama video conference, hal ini tidak mungkin dilakukan kecuali Anda menggunakan fitur obrolan pribadi dengan rekan Anda.

Kedua, kelelahan berasal dari cara kita memproses informasi melalui video. Pada video conference, satu-satunya cara untuk menunjukkan bahwa kita memperhatikan adalah dengan melihat ke kamera. Karena harus terlibat dalam “pandangan terus-menerus ke kamera”, maka hal itu membuat kita tidak nyaman dan menjadi lelah.

Menurut Brian Wind, anggota Dewan Pimpinan American Psychological Association (APA), penggunaan kamera sepanjang video conference dianggap turut andil sebagai penyebab munculnya Zoom Fatigue. Hal tersebut dapat memicu psikologis seseorang mengalami kecemasan yang berlebihan pada saat dirinya secara intens menjadi perhatian banyak orang.

Kondisi itu akan menyebabkan seseorang menjadi kewalahan, kelelahan dan mudah tersinggung. Jika pola ini terus menerus terjadi, maka tak dipungkiri bisa memicu stres serta berdampak bagi kesehatan fisik seseorang.

Berita baiknya, ada 5 cara untuk mengurangi Zoom Fatique bagi Anda yang sering melakukan presentasi atau rapat online.

Cara Kurangi Zoom Fatique # 1 : Hindari Multitasking

Salah satu contoh multitasking adalah melakukan panggilan di satu layar dan menjawab email di layar lainnya.

Anda mungkin berpikir bahwa Anda dapat menggunakan peluang untuk melakukan lebih banyak dalam waktu yang lebih singkat. Tetapi, penelitian menunjukkan bahwa mencoba melakukan banyak hal sekaligus akan mengurangi kinerja.

Menurut Liz Fosslien dan Mollie West Duffy (2020) pada artikelnya di Harvard Business Review, beralih antar tugas dapat menghabiskan hingga 40 persen waktu produktif Anda.

Lebih lanjut Liz Fosslien dan Mollie West Duffy (2020) menyebutkan bahwa para peneliti di Stanford menemukan bahwa orang-orang yang melakukan banyak tugas tidak dapat mengingat banyak hal.

Saat Anda melakukan presentasi atau rapat online, maka tutup semua program di komputer yang mungkin mengganggu Anda, singkirkan ponsel Anda dan fokuslah pada satu video conference yang Anda lakukan.

Cara Kurangi Zoom Fatique # 2 : Bangun dan Istirahat

Liz Fosslien dan Mollie West Duffy (2020) menyarankan untuk istirahat sejenak setelah melakukan video conference yang lama. Pada hari-hari ketika Anda tidak dapat menghindari untuk melakukan video conference secara berurutan, maka pertimbangkanlah untuk membuat rapat 25 atau 50 menit, bukan setengah jam atau satu jam. Istirahat 5-10 menit sebelum memulai melakukan video conference selanjutnya dapat memberikan diri Anda cukup waktu untuk bangun dan bergerak sebentar.

Marissa Shuffler, seorang profesor di Universitas Clemson menyarankan untuk menggunakan periode transisi di antara pertemuan video conference untuk menyegarkan pikiran. Cobalah melakukan peregangan, minum air atau melakukan sedikit olah raga.

Cara Kurangi Zoom Fatique # 3 : Kurangi Rangsangan Pada Layar.

Liz Fosslien dan Mollie West Duffy (2020) menyebutkan bahwa saat Anda berada di video conference, maka Anda cenderung menghabiskan sebagian besar waktu untuk menatap wajah Anda sendiri. Akan tetapi, hal ini dapat dengan mudah dihindari dengan menyembunyikan diri Anda dari pandangan.

Sementara itu, gangguan pada layar jauh melampaui diri Anda sendiri. Anda mungkin terkejut mengetahui bahwa di video conference, Anda tidak hanya fokus pada wajah orang lain, tetapi juga pada latar belakang mereka.

Jika Anda sedang melakukan video conference dengan lima orang, maka Anda mungkin merasa seperti berada di lima ruangan yang berbeda sekaligus. Anda bisa melihat furnitur, tanaman, dan wallpaper mereka. Anda bahkan mungkin berusaha keras untuk melihat buku apa yang mereka miliki di rak mereka. Otak harus memproses semua isyarat lingkungan visual ini pada saat yang bersamaan.

Untuk mengatasi kelelahan mental, maka dorong orang-orang untuk menggunakan latar belakang yang sederhana. Misalnya, poster pemandangan pantai yang damai. Atau meminta semua orang yang tidak berbicara untuk mematikan video mereka.

Cara Kurangi Zoom Fatique # 4 : Keseimbangan Antara Waktu Melakukan Video Conference dan Tidak Melakukan Video Conference.

Brian Wind, anggota Dewan Pimpinan American Psychological Association (APA) menjelaskan bahwa untuk mengurangi Zoom Fatique, maka kuantitas atau durasi menggunakan video conference untuk bekerja harus berimbang dengan berkegiatan di rumah di luar Working From Home (WFH). Sebab dengan adanya pola WFH, banyak orang merasa bisa melakukan video conference kapan saja tanpa kenal waktu.

Meskipun keadaan mengharuskan segala aktivitas dilakukan melalui perangkat digital dari rumah, namun tingkat stres harus tetap dapat diminimalkan. Pendek kata, banyak hal yang bisa dilakukan di rumah selain memantengi layar komputer dan perlunya istirahat yang cukup.

Cara Kurangi Zoom Fatique # 5 : Gunakan Speaker View Terutama Saat Anda Merasa Lelah.

Ada tombol di sudut atas Zoom yang memungkinkan Anda beralih dari gallery view ke speaker view. Meskipun Anda lebih suka memulai video conference untuk melihat semua orang melalui gallery view, Anda dapat beralih ke speaker view setelah video conference dimulai. Kecuali, Anda punya alasan yang kuat untuk ingin mengamati reaksi seseorang selain Anda sebagai pembicara.

Engineers Rising dalam website nya menyebutkan bahwa saat Anda menggunakan speaker view, maka Anda akan mendapat manfaat tambahan untuk memperbesar layar, sehingga Anda dapat lebih jelas melihat perubahan wajah pembicara dan memberikan kelegaan pada otak Anda pada sisi interpretasi bawah sadar Anda.

Pahami bahwa menggunakan gallery view secara terus-menerus memiliki efek pada otak Anda yang mirip seperti multitasking. Hal itu seperti mencoba membaca buku dan mendengarkan buku audio pada saat yang bersamaan.

Saat Anda melompat dari gambar ke gambar dalam gallery view, maka Anda tidak berfokus pada satu orang dengan waktu yang cukup lama untuk benar-benar menangkap isyarat non verbal mereka. Malahan, kekacauan input yang campur aduk inilah yang membuat otak Anda kesulitan untuk memahami isyarat non verbal tersebut.

Demikianlah, 5 cara mengurangi Zoom Fatique bagi Anda yang sering melakukan presentasi atau rapat online.

Cara Kurangi Zoom Fatique # 1 : Hindari Multitasking

Cara Kurangi Zoom Fatique # 2 : Bangun dan Istirahat

Cara Kurangi Zoom Fatique # 3 : Kurangi Rangsangan Pada Layar.

Cara Kurangi Zoom Fatique # 4 : Keseimbangan Antara Waktu Melakukan Video Conference dan Tidak Melakukan Video Conference.

Cara Kurangi Zoom Fatique # 5 : Gunakan Speaker View Terutama Saat Anda Merasa Lelah.

Kelima cara di atas dapat Anda jalankan untuk mengurangi Zoom Fatique. Cobalah beradaptasi dengan kondisi normal baru ini. Buatlah presentasi atau rapat melalui video conference menjadi lebih nyaman untuk diri Anda sendiri.

Sumber :

https://erry-ricardo.com/2021/02/08/5-cara-mengurangi-zoom-fatique-bagi-anda-yang-sering-melakukan-presentasi-atau-rapat-online/#.YCCJKugzaMp